Sketsa Mahayati

sore itu engkau datang menemuiku…

aku berdiri tegap di pinggiran sungai kecil nan jernih ini,gemericiknya menyentuh sampai keruang bathinku,

kini bukan lagi bayanganmu yg acapkali samar hadir menggoda naluriku,ternyata itu kamu duhai Mahayati,

Tersenyum dibibir sungai rambut tanah tegalan,tidak hanya sejumput rindu yg engkau tumpahkan,tapi lebih dari perasaan yg begitu lembut dan halus bak kembang kembang liar dipinggiran sungai ini,ada pesan sakral yg terbingkai diwajah rembulanmu,dan aku tidak pernah berhenti untuk merinduimu.

Iklan

Devotional this morning

The truth value cannot be seen from just one point of view, if you see the truth only from one direction, it’s selfish in its name, in this life we fill each other, complement each other, different opinions are normal things, that is the color of the world, because of that idealism not just black and white, red or orange, you may feel right, other people will be the same, truth like this is just a human confession, not God’s recognition, because God cannot be dictated, God cannot be monopolized by certain groups, God is free share love with anyone, no exception, what are we? Just like despicable dust, from
There is nothing to be held, from not knowing to knowing, who is the true owner of this body and life?
We just confess, this is mine, it’s yours, this is my truth, your truth is that humans are too far away from assessing themselves and others, even though all beings are in their hands, we have no power and effort, have ever thought who moved all these natural elements ?
Who breaks the universe, which divides the earth and overturns it, and spills the oceans so fast, and the power and effort of mankind to prevent it, disappears and disappears all, in pieces without strength, those of us who are only a lump of flesh wrapped in life, in there is soul life, in which there is a sense of soul, in which a sense of character, in character there is the nature and essence of God residing, our arrogance shows how despicable and stunted we are falling into the mortal world, scavenging for life, indeed it is time we see into our own, observe and live our own taste, observe the roar and ocean waves inside ourselves, before that we drown our deepest evil, and silence does not budge friends quiet and quiet,

Devotional this morning.

Nilai itu tidak bisa dilihat dari satu sudut pandang, jika melihat kebenaran hanya dari satu arah, itu egois namanya, dalam kehidupan ini kita saling mengisi, saling melengkapi, yang berbeda hal yang biasa, itu adalah warna dunia, sebab idealisme itu tidak hanya mencari hitam dan putih, merah atau jingga, kamu bisa membantu dengan benar, orang lainpun akan sama, seperti orang pengakuan manusia, bukan pengakuan Tuhan, karena Tuhan tidak bisa didikte, Tuhan tidak bisa dimonopoli oleh golongan tertentu, Tuhan bebas membagi cintanya pada siapa saja, tidak terkecuali, kita ini apa? Hanya laksana serpihan debu yang hina, dari
Tidak ada yang terjadi, dari tidak tahu menjadi tahu, siapa yang benar raga dan nyawa ini?
Kita hanya mengaku-aku, ini milikku, itu milikmu, ini kebenaranku itu kebenaranmu, manusia terlalu jauh menilai diri dan orang lain, padahal semua mahluk ada dalam genggamannya, kita tidak ada daya dan upayanya, orang-orang yang mengemban ?
Yang memporak porandakan jagad semesta, yang membelah bumi dan menjungkirbalikannya, dan menumpahkan samudera dengan begitu cepatnya, dan hilanglah daya dan upaya manusia untuk mencegahnya, sirna dan musnah semuanya, berkeping-keping tiada daya, kita yang hanya seonggok daging yang membungkus nyawa, didalam nyawa ada sukma, didalamnya sukma ada rasa, didalamnya rasa ada budi pekerti, didalam budi pekerti ada sifat dan dzat Tuhan yang bersemayam, kepongahan kita menunjukkan betapa hina dan kerdilnya kita yang terjerumus dalam alam fana, mengais-ngais kehidupan, benar-benar sudah kita lihat ke dalam kita sendiri, amati dan hayati laku rasa kita sendiri, amati gemuruh dan gelombang samudera dalam diri, sebelum itu menenggelamkan kita keliang lahat terdalam, dan diam tak bergeming sahabat sepi dan sunyi,

Renungan pagi ini.

सच्चाई मूल्य केवल एक बिंदु से नहीं देखा जा सकता है, यदि आप केवल एक दिशा से सत्य देखते हैं, तो यह अपने नाम पर स्वार्थी है, इस जीवन में हम एक दूसरे को भरते हैं, एक-दूसरे के पूरक होते हैं, अलग-अलग राय सामान्य चीजें होती हैं, जो कि दुनिया का रंग, उस आदर्शवाद की वजह से सिर्फ काले और सफेद, लाल या नारंगी नहीं, आप सही महसूस कर सकते हैं, अन्य लोग समान होंगे, इस तरह की सच्चाई सिर्फ मानव स्वीकार है, भगवान की मान्यता नहीं, क्योंकि भगवान को निर्धारित नहीं किया जा सकता है, भगवान को कुछ समूहों द्वारा एकाधिकार नहीं किया जा सकता है, भगवान किसी के साथ मुफ्त साझा प्यार है, कोई अपवाद नहीं, हम क्या हैं? घृणित धूल की तरह, से
जानने के लिए कुछ भी नहीं है, जानने के लिए, इस शरीर और जीवन का असली मालिक कौन है?
हम सिर्फ स्वीकार करते हैं, यह मेरा है, यह तुम्हारा है, यह मेरी सच्चाई है, आपकी सच्चाई यह है कि इंसान खुद को और दूसरों का आकलन करने से बहुत दूर हैं, भले ही सभी प्राणियों के हाथों में हों, हमारे पास कोई शक्ति और प्रयास नहीं है, कभी सोचा है इन सभी प्राकृतिक तत्वों को किसने ले जाया?
जो ब्रह्मांड को तोड़ता है, जो पृथ्वी को विभाजित करता है और इसे उलट देता है, और महासागरों को इतनी तेज़ी से फैलता है, और मानव जाति की शक्ति और प्रयास इसे रोकने के लिए, गायब हो जाता है और गायब हो जाता है, बिना शक्ति के टुकड़ों में, हम में से जो केवल एक ढेर हैं जीवन में लिपटे मांस, आत्मा आत्मा है, जिसमें आत्मा की भावना है, जिसमें चरित्र की भावना है, चरित्र में भगवान की प्रकृति और सार है, हमारे अहंकार से पता चलता है कि हम कितने घृणित और घबराए हुए हैं प्राणघातक दुनिया, जीवन के लिए scavenging, वास्तव में यह समय है कि हम अपने आप में देखते हैं, अपने स्वाद का पालन करते हैं और रहते हैं, अपने अंदर गर्जना और सागर लहरों का निरीक्षण करते हैं, इससे पहले कि हम अपनी गहरी बुराई डूबते हैं, और चुप्पी दोस्तों को शांत नहीं करती है और शांत,

आज सुबह भक्ति।

Human reason

Only symbols are glorified, but their essence is not understood in depth, their words are beyond human reason, this is the result of worshiping symbolism, so their knowledge is lost and its instinct is burning!

Hanya simbol yang diagung-agungkan, tapi esensinya tidak bisa dipahami secara mendalam, kata-kata demi nalar manusia, beginilah hasil dari menyembah simbolisasi, kemudian tersesatlah pengetahuannya dan terbakarlah nalurinya!

केवल प्रतीकों की महिमा होती है, लेकिन उनका सार गहराई से नहीं समझा जाता है, उनके शब्द मानव कारण से परे हैं, यह प्रतीकवाद की पूजा करने का नतीजा है, इसलिए उनका ज्ञान खो गया है और इसकी वृत्ति जल रही है!

True devotion

Only the ego is made of God,
Prostration does not arrive at true devotion,
Even already feeling proud,
Downplay the others,
Still limited to a mirage, he thinks it’s heaven,
Such is the soul that is not yet independent, still colonized by various dogmas.

Hanya ego yang dijadikan Tuhan,
Sembah sujud tidak sampai pada pengabdian sejati,
Pun sudah merasa tinggi hati,
Lagi mengecilkan yang lainnya,
Masih sebatas fatamorgana, dianggapnya itu sorga,
Begitulah jiwa yang belum merdeka, masih terjajah beragam dogma.

केवल अहंकार भगवान से बना है,
प्रोस्टेशन सच भक्ति पर नहीं पहुंचता है,
पहले से ही गर्व महसूस कर रहा है,
दूसरों को कम करें,
अभी भी एक मिराज तक ही सीमित है, वह सोचता है कि यह स्वर्ग है,
ऐसी आत्मा है जो अभी तक स्वतंत्र नहीं है, फिर भी विभिन्न dogmas द्वारा उपनिवेशित है।

Silenced

Many voices of truth are silenced, many people who speak the truth are always many who oppose, true truth is indeed difficult to come to the surface of the earth, but he will continue to find his own way, even though all humanity does not fight for truth, true truth will stand with sturdy in time.

सच्चाई की कई आवाज़ें चुप हो जाती हैं, सच्चाई बोलने वाले बहुत से लोग हमेशा विरोध करते हैं, सच्चाई सचमुच पृथ्वी की सतह पर आना मुश्किल होता है, लेकिन वह अपना रास्ता खोजना जारी रखेगा, भले ही सभी मानवता लड़ाई न करें सच्चाई के लिए, सच्चाई सच्चाई समय के साथ मजबूत रहेगी।

Tobong buangan

Tobong buangan,
Senja itu menguliti kesadaranku,
Anganku tergopoh lari, menyusuri dampar berduri,
Terus berjalan, dan berjalan, menyusuri kenangan dikali-kali kecil simpang, erlima,
Ada yang kutunggu, segenggam harapan, sedikit kebahagiaan tumpah meruah, tak juga kau datang,
Aku pulang dalam kenangan, membawa senyumanmu yang kian hilang,

Tobong buangan,
Kuikuti ajakan rasaku, bertepekur, mengheningkan cipta rasa karsaku, sejauh mata bathin memandang, menembus kegelapan yang kian merangsek
Apakah ada yang kutunggu?
Apakah ada yang menungguiku,
Setangkai kembang kamboja, tersuruk layu dalam genggamanku,
Tak datang juga, yang kunanti, yang kurindui,
Aku menjadi entah berantah, hilang dalam lamunanmu,

Tobong buangan,
Kedungjati-Tegal 1999,

Tobong waste,
The dusk skinned my consciousness,
My friend rushed off, along the spiny dampar,
Keep on walking, and walking, tracing memories times small intersections, fifths,
There is something I wait for, a handful of hopes, a little happiness spills out, you don’t come too,
I go home in memory, carrying your lost smile,

Tobong waste,
I followed the invitation of my apostle, bertepekur, silence my sense of karma, as far as the inner eye looked, through the darkness that increasingly pushed
Is there anything I wait for?
Is anyone waiting for me,
A frangipani flower, slumped wither in my hand,
Neither comes, which I seek, which I follow,
I became somehow, lost in your daydream,

Tobong waste,
Kedungjati-Tegal 1999

टोबोंग अपशिष्ट,
शाम ने मेरी चेतना को चमकाया,
मेरा दोस्त स्पाइनी डैम्पर के साथ भाग गया,
चलते रहें, और चलते रहें, यादों को ढूंढने के समय छोटे चौराहे, पांचवें,
ऐसा कुछ है जिसके लिए मैं इंतजार कर रहा हूं, उम्मीदों की एक मुट्ठी भर, थोड़ी सी खुशी फैलती है, आप भी नहीं आते हैं,
मैं याद में घर जाता हूं, अपनी खोई मुस्कान लेता हूं,

टोबोंग अपशिष्ट,
मैंने अपने प्रेषित, बर्टटेकुर के निमंत्रण का पालन किया, कर्म की भावना को चुप कर दिया, जहां तक आंतरिक आंखों ने देखा, अंधेरे के माध्यम से जो तेजी से धक्का दिया
क्या मैं कुछ इंतजार कर रहा हूं?
क्या कोई मेरे लिए इंतजार कर रहा है,
एक frangipani फूल, मेरे हाथ में सूख गया,
न तो आता है, जो मैं चाहता हूं, जिसका मैं पालन करता हूं,
मैं किसी भी तरह से बन गया, अपने दिन के अंत में खो दिया,

टोबोंग अपशिष्ट,
केडुंगजती-तेगल 1 999

Dogmas

Only the ego is made of God,
Prostration does not arrive at true devotion,
Even already feeling proud,
Downplay the others,
Still limited to a mirage, he thinks it’s heaven,
Such is the soul that is not yet independent, still colonized by various dogmas.

केवल अहंकार भगवान से बना है,
प्रोस्टेशन सच भक्ति पर नहीं पहुंचता है,
पहले से ही गर्व महसूस कर रहा है,
दूसरों को कम करें,
अभी भी एक मिराज तक ही सीमित है, वह सोचता है कि यह स्वर्ग है,
ऐसी आत्मा है जो अभी तक स्वतंत्र नहीं है, फिर भी विभिन्न dogmas द्वारा उपनिवेशित है।

Lorong bisu

Ada sisa-sisa pagi, sebelum kau kembali, ute hallway.\nThere are remnants of the morning, before you return, in an uncertain cupdalam secangkir kopi yang tak pasti,

Semburat waktu, menelikung, harapanmu buntu, kita tak bertemu, sudah usaikah itu,

Pada namamu, kuingati, peristiwa, dalam kalimat diksi, kau tahu makna itu, tiga hari kutunggu, melumerlah rindu,

Aku sekonyong-konyong terpaku, hilang rasaku, hilang rasamu, asmaraku membeku, adilkah itu?

Kini tak dapat kuingati lagi, segenggam namamu, pernah mengisi cangkir kosong ini, naifkah aku melupakanmu?

Mute hallway.

There are remnants of the morning, before you return, in an uncertain cup of coffee,

A tinge of time, twisting, your hopes are dead-end, we don’t meet, it’s already done,

In your name, kuingati, event, in the diction, you know that meaning, I wait three days, melt miss,

I was suddenly transfixed, lost in my soul, lost your desire, my love froze, was that fair?

Now I can’t remember anymore, a handful of your names, once filled this empty cup, am I naive to forget you?

म्यूट हॉलवे

सुबह के अवशेष हैं, लौटने से पहले, एक अनिश्चित कप कॉफी में,

समय की एक झुकाव, घुमावदार, आपकी उम्मीदें मर चुकी हैं, हम नहीं मिलते हैं, यह पहले ही हो चुका है,

आपके नाम पर, क्यूइंगती, घटना, उपन्यास में, आप इसका अर्थ जानते हैं, मैं तीन दिन इंतजार करता हूं, मिस पिघलता हूं,

मैं अचानक ट्रांसफिक्स्ड था, मेरी आत्मा में खो गया, अपनी इच्छा खो दी, मेरा प्यार जम गया, वह मेला था?

अब मैं याद नहीं कर सकता, आपके नामों का एक मुट्ठी भर, एक बार यह खाली कप भर गया, क्या मैं तुम्हें भूलने के लिए मूर्ख हूँ?

Betina Malam

Bagaimana kau mengubah rasa sunyi dalama ramai hati,
Saat mencariMU aku tersesat diranah ideologi imagi,
Dapatkah, mampukah alam maya membungkam sang betina malam….?

WordPress.com.

Atas ↑